Home
»
profil
NIDJI
Friday, August 31, 2012 13:47:25
SENSASI GANDA NIDJI

Impian banyak musisi untuk melebarkan sayap hingga ke luar negeri – sering disebut go international - akhirnya benar-benar dirasakan Nidji, band pop rock yang sudah enam tahun menapaki karirnya di industri musik Tanah Air. Album terbaru mereka yang bertajuk “Victory” (Musica Studio’s) akan diedarkan di Malaysia dan Australia. Tidak tanggung-tanggung. Produser berpengalaman asal Inggris, Steve James yang pernah menangani album Sex Pistols digaet untuk bekerjasama.
Sebuah kebanggan tersendiri bagi para personel Nidji karena mereka bisa langsung mendapatkan pengarahan dari orang yang berpengalaman sekaligus bisa mendapatkan edukasi tak ternilai dalam hal meramu musik serta disiplin kerja yang tinggi. Seperti yang dituturkan Ariel Harsya dan Rama Akbar, dua gitaris Nidji yang ditemui GitarPlus di sela acara peluncuran resmi album ganda “Liberty Victory” di sebuah klub, di kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini.
“Buat gue bekerjasama dengan beda produser itu membuka pola pikir, bagaimana caranya menghandel sebuah lagu, sebuah project. Karena dia bisa berpikir di luar pemainnya. Itu penting banget. Jadi di sini gue jadi tahu, oh ternyata begini ya,” ujar Ariel. “Dia (Steve James) sudah berkecimpung di dunia musik lebih dari 40 tahun. Umurnya udah 60 tapi kupingnya itu gila banget. Dia ngerti semuanya. Sampe ada frekuensi apa itu dia bisa dengar yang kami nggak dengar.”
Tidak hanya Ariel saja, Rama pun merasakan banyak mendapat pelajaran yang berharga dari sang produser kelas dunia tersebut. Salah satunya adalah bagaimana memilih alat yang sudah dikenal karakternya. Menurut Rama, berbeda sekali dengan kebiasaan banyak musisi kita yang cenderung mengejar produk-produk baru. “Kalau dia nggak. Contohnya kemarin software-nya Nuendo, ya dia pake Nuendo terus. Karena dia sudah tahu cara kerja barang itu. Dia tahu karakter barang itu apa. Jadi dia nekenin masalah kebiasaan.”
“Liberty Victory” sendiri merupakan kemasan baru yang diluncurkan Nidji, dimana dua album dirilis sekaligus. “Liberty” yang sebenarnya sudah dirilis tahun lalu digabungkan dengan yang terbaru, “Victory” yang tadinya memang sengaja ditahan peredarannya. “Ada lima lagu, dan tiga lagu remix,” tutur Rama.
Sebenarnya konsep awal album “Liberty Victory” sudah tercetus saat produser mereka di Indonesia, Gumilang Ramadhan dari Musica Studio’s menawarkan untuk merekam lima lagu baru berbahasa Inggris di Australia. Tawaran itu datang di akhir tahun 2010 silam, sebelum Nidji yang juuga dihuni Giring Ganesha (vokal), Andro Regantoro (bass), Adri Prakarsa (dram) dan RunD (kibor) menyiapkan album keempat mereka. Nah, kelima lagu tersebut dirasa sayang jika hanya dirilis di Australia. Sehingga akhirnya Nidji pun memilih memutuskan untuk membuat double album yang dirilis satu persatu. Antara lain dilatari kenyataan bahwa kondisi pembajakan di dalam negeri saat ini yang kian marak. Setelah berunding dengan pihak Musica, akhirnya konsep rilis satu persatu dari “Liberty Victory” ini pun disetujui pihak Musica.
selanjutnya baca majalah Gitarplus edisi 101
« Kembali ke arsip
profil
|