Home » wawancara

PIYU
Wednesday, June 27, 2012 16:39:07

Di tengah kondisi Padi, band utamanya, yang ‘mati suri’, Satriyo Yudhi Wahono atau yang akrab dipanggil Piyu akhirnya melaju sendiri dan melampiaskan energinya melalui album solo yang menampilkan sejumlah vokalis papan atas Tanah Air. "Konsep album ini seperti Santana," Piyu menegaskan.

            Dalam album selftitled yang rencananya dirilis akhir Juni 2012 via E-Motion ini, Piyu menghidangkan berbagai komposisi multi-genre yang disesuaikan dengan karakter masing-masing para vokalis tamu. Meski demikian, Piyu menegaskan, part lead di setiap  trek selalu berselimutkan distorsi tebal khas dirinya.

Awalnya, Piyu ingin membuat album full gitar dan sudah menyiapkan berbagai nomor instrumental. Namun setelah menyadari dirinya juga berperan sebagai produser dan pencipta lagu, hasrat itu segera berganti dengan menciptakan barisan komposisi yang tidak segmentif. "Di album-album berikutnya aku akan menampilkan yang lebih gitar lagi," janjinya, saat ditemui GitarPlus di studio Upbeat miliknya, yang berlokasi di kawasan Blora, Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

            Namun untuk melegitimasi dirinya sebagai seorang gitaris, sebuah nomor instrumental bertajuk "Segi Tiga"  yang bernuansa oldschool tetap disertakan ayah tiga anak ini untuk mendampingi singel perdana “Sakit Hati” yang menampilkannya sebagai vokalis. Sementara di nomor bertajuk “Jernih” yang juga menampilkan permainan gitar Cella (Kotak), Piyu mencoba menyuguhkan kocokan akustik bernuansa Latin.  “Kalau manggung bawain lagu ini biasanya gitar akustiknya aku simpan di samping mik dengan menggunakan stand. Kayak Yngwie Malmsteen gitu… Ini udah paling aman banget,” ujarnya antusias.

            Berikut ungkapan Piyu lebih jauh seputar proses kreatif pembuatan album solo pertamanya tersebut.

 

Sudah sampai mana proses penggarapan album solo Anda?

Sebenarnya sudah selesai, cuma memang belum aku keluarin dulu albumnya. Akhir tahun 2011 kemarin kan aku keluarin singel “Sakit Hati” dulu. Ternyata dalam perkembangnnya aku malah bikin film pendek buat empat lagu yang digabungkan jadi satu. Mungkin akhir bulan Juni 2012 ini, paling telat awal Juli aku keluarin album ini. 

 

Berapa lama dan bagaimana proses penggarapan album solo Anda?

Dari sisi pembuatan musik dasar sih cepet banget, cuma tiga minggu. Karena waktu itu energinya lagi cepet dan oke banget. Terus awalnya juga ada beberapa lagu instrumen yang aku siapin. Karena sebagai gitaris aku mikirnya harus bikin album gitar. Tapi aku kemudian berpikir bahwa aku itu condong ke arah produser dan pencipta lagu yang akhirnya bikinlah lagu yang bisa didenger orang banyak, 90% pake vokal dan cuma satu lagu instrumental. Vokalis yang terlibat juga banyak.

 

Apa pertimbangan melibatkan banyak guest singer di album ini?

Konsep album ini kan seperti Santana. Jadi aku tetep main gitar tapi featuring vokalis-vokalis yang punya karakter berbeda. Bukan cuma vokalis cowok tapi juga ada vokalis cewek yang aku rasa punya karakter kuat, kayak Tantri (Kotak) dan Ina Kamarie. Kalau yang cowok kan ada Dandy (eks Kunci), ada Anji (eks Drive) juga.... Mereka bawain lagu yang genre-nya berbeda-beda. Ada latin, balada, pop, dan tentu aja rock.

 

Ide pembuatan album ini baru tercetus saat Padi vakum atau sudah direncanakan sejak lama?

Cenderung karena Padi vakum sih. Karena bagiku karya itu nggak boleh berhenti atau ditahan. Waktu aku bikin album sama Padi energinya kan keluar terus. Saat vakum, energi itu tetap keluar, dan akhirnya dengan materi-materi lagu yang tidak hanya terkunci pada satu karakter vokal aku bikin album ini. Kalau Padi lagi on going mungkin aku nggak kepikiran membuat album seperti ini. Karena buat aku karya itu harus tetap dikeluarin.

 

selanjutnya baca Majalah Gitarplus edisi 99



« Kembali ke arsip wawancara

Tom Kopyto

GITARIS GAWAT

    Di jagat gitar era modern ini, semakin banyak shredder ‘gawat’ yang nyaris tak terdeteksi radar media. Salah satunya Tom Kopyto. Gitaris asal Chicago, Amerika Serikat ini telah membuktikannya lewat album solo berformat instrumental terbarunya bertajuk “Resurrection” (Shredguy Records) dimana ia melebur permainan gitar teknikal tingkat tinggi dengan skill penulisan lagu yang mencengangkan.
Read More

- Bill Leverty
- THE PAINKILLERS
- Firman Al Hakim

BERLANGGANAN GITARPLUS e-MAGZ

Read More



            

NOTHING BUT GUITAR VOL. 1

Read More

Rubrik Favorit
KILAS GITAR
PROFIL
INSPIRASI
KLINIK
KONSER
KLASIK
METALPIT
TABS

Arsip Polling

TAB EDISI 90
Read More
JALAN MENUJU SHRED A LA RICHIE KOTZEN (2)
JALAN MENUJU SHRED A LA NUNO BETTENCOURT (2)
JALAN MENUJU SHRED A LA RICHIE KOTZEN (1)
SHRED A LA NUNO BETTENCOURT (1)
T-SHIRT 100th EDITION (Limited)

 

 

 

Read More



Kripikpeudeus

    Menginjak usianya yang ke-15 tahun pada Juli 2012 kemarin, band rap rock Kripikpeudeus siap merilis album baru mereka, "#Kripcoustic", via Space Record awal Mei 2013 mendatang. Rencananya, dalam album mini tersebut bakal bersemayam enam lagu lama comotan dari dua album mereka sebelumnya yang dipermak dalam format akustik.

read more

AEROSMITH


HAMMERSONIC


GITARAN SORE JAKARTA


GITARAN SORE MALANG - JEMBER - BANYUWANGI


MONSTER SOLID-STATE

Read More

- LINTAS GENRE
- MASTER OF DELAY
- MODERN DISTORTION

Crafter CTS 150/N (W/DXB-CTS) Acoustic Electric Guitar

View Detail


Produk Lainnya
- Vox Joe Satriani Ice9 Overdrive Pedal
- CHERUB WST-65OGB TUNER
- GHS FAS FRET