Home
»
profil
ROYAL EGO
Thursday, June 10, 2010 15:12:15

MISI KEBANGGAAN ROYAL EGO
Di tengah ingar bingarnya musik bergenre pop melayu yang membanjiri pasar musik Indonesia saat ini, ternyata tidak mengurungkan niat kuartet rocker baru bernama Royal Ego untuk membusungkan dada membawakan konsep musik yang mereka sebut perpaduan alternatif dengan British Pop Rock
***
Pendukung band ini bukan orang baru. Mereka adalah Ernest Syarif yang sebelumnya lebih dikenal sebagai gitaris band Cokelat, lalu ada Eno Gitara (dramer Netral), Gilbert Joshua (pemain bas Saint Loco) serta Hendra ‘Jawa” Bagya, vokalis band indie New Market yang dikenal sangat berkarakter Brit Pop. Apakah mereka cabut dari band masing-masing? Tidak. Royal Ego, tepatnya, hanya merupakan “kendaraan baru” untuk meyalurkan kreativitas mereka. Bukan berarti band lamanya tidak berfungsi lagi. Disini mereka hanya ingin merasakan kemewahan lain.
Royal Ego bermula dari obrolan lama Ernest dan Eno di tahun 2002, saat Eno membantu Cokelat dalam sebuah tur selama sebulan. “Dari situ saya dan Eno berniat untuk membuat side project,” tukas Ernest. Namun karena kesibukan masing-masing, Eno dan Ernest baru “ketemu” lagi tiga tahun kemudian. Ide lama itu lantas langsung dimatangkan dengan tambahan Gilbert dan Hendra. Setelah perjalanan panjang, akhirnya pada 2009 lalu, Royal Ego resmi melakukan proses rekaman selama sebulan dengan materi yang telah dibuat selama kurun waktu 2006-2009. Sebelumnya, Royal Ego sudah beberapa kali menjajal panggung di beberapa pentas kampus di Jakarta. Tentang konsep musiknya sendiri, Ernest menyebutnya sebagai paduan dari latar belakang musikal para personelnya. Ernest, Eno dan Gilbert cenderung ke pola sound rock ala Amerika, sementara warna vokal Hendra sangat kental dengan aksen British Pop.
SELENGKAPNYA BACA GITAR PLUS 75
« Kembali ke arsip
profil
|
|
|
|
|
T-SHIRT GITARPLUS
 
Harga : Rp.80,000.00 (Jabodetabek)
Read More
|
|
 |
Unek-unek Edisi 75
KUALITAS FOTO SAMPUL
Dear,
Saya sudah berlangganan majalah ini sejak tahun lalu dan sebagai pelanggan saya merasa sangat puas dengan isi dan kualitas majalah ini. Walau sekarang banyak majalah musik yang beredar tetapi saya tetap menjadikan majalah ini sebagai panduan utama saya dalam bermusik. Saya suka dengan rubrik-rubriknya yang informatif, beragam, dan bisa menambah wawasan. Lewat e-mail ini saya ingin memberi beberapa saran untuk kemajuan majalah ini:
- Untuk cover, saya rasa terlalu standar. Kalau bisa dibuat lebih berkelas lagi karena salah satu pertimbangan orang untuk membeli majalah salah satunya adalah dari segi cover. Untuk foto di cover akan jauh lebih memuaskan jika hasil jepretan langsung dari redaksi GitarPlus dibanding mengunduh dari internet.
(Andrew Marco - Cicaheum, Kiara Condong, Bandung)
read more
|
|
|
|
|
|
|
|
YAMAHA PACIFICA 212 ELECTRIC GUITAR

WAJAH BARU PASIFICA
Bisa dibilang, dari sekian banyak model gitar elektrik yang ada di jajaran Yamaha, model Pacifica lumayan banyak diminati oleh para penikmat instrumen gitar. Beberapa tipe telah diturunkan dengan menampilkan kualitasn jempolan, di antaranya seri 112XJ, 1511MS, 112J, serta 112V. Kini, salah satu seri terbarunya, yakni Pasifica 212 telah diluncurkan dengan dua pilihan, yakni Pacifica 212VFM (flamed maple) serta Pacifica 212VQM (quilted maple).
Read More
-
IBANEZ RGD320
-
BEHRINGER ULTRACAUSTIC ACX450
-
IBANEZ JOE SATRIANI JSA10BK
|
|
|
|
|
|
|
VOX AC 4TV

View Detail
Produk Lainnya
-
DIGITECH SCREAMIN BLUES OVERDRIVE/DISTORTION PEDAL
-
BEHRINGER VINTAGE TUBE MONSTER VT999
-
VOX V847A WAH PEDAL
|
|
|
|
 |
|