Aria Baron Suprayogi atau yang lebih akrab disapa Baron kini sedang sangat bergairah. Sebentar lagi, album kedua bandnya, Soulmates berjudul ‘The Winner’ yang didukung formasi baru bakal rilis. Tapi yang membuatnya lebih semangat lagi adalah barisan equipment terbarunya, di mana ia secara resmi kini menjadi pengguna Suhr, produk gitar, ampli dan efek berkualitas tinggi asal Amerika Serikat.
***
Dengan penuh semangat, Baron menjajal produk-produk Suhr di hadapan tim GitarPlus, beberapa saat sebelum sesi wawancara dan pemotretan dimulai, pada suatu siang di rumahnya di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Ia tak bisa menyembunyikan ekspresi kekaguman akan instrumen yang ia mainkan saat itu, dua buah gitar Suhr ia mainkan bergantian, yang dicolokkan ke sebuah ampli combo Suhr Badger 30-watt. “Gue udah tahu produk John Suhr lewat produk Custom Audio Electronic yang merupakan rancangannya,” ujarnya meyakinkan. Menurut Baron, John Suhr sebenarnya adalah otak utama di balik rancangan Custom Audio Electronic yang lebih dikenal orang sebagai produk Bob Bradshaw, seorang perakit guitar rig yang sangat dikenal di dunia pergitaran sejak era ‘80an.
Puas meraung-raung dengan perangkat Suhr, Baron (yang antara lain juga menjadi pengguna resmi produk Suhr lainnya seperti Suhr Mix Plus II yang merupakan mini mixer untuk mempertahankan suara dry asli dari ampli (send/return-effect loops) tanpa adanya gradasi dari pengaruh pedal efek maupun prosesor, lalu Koko Boost yang merupakan bentuk transparansi dari pedal overdrive yang sangat warm dan tebal, pickup Suhr serta ampli hand-wired Suhr Badger 30 watt yang mempunyai karakter dan frekuensi yang sangat lebar dan sangat dynamic) ini lalu memperdengarkan beberapa lagu untuk album terbaru Soulmates.
Menurutnya, ia sangat puas dengan hasil kerja para awak bandnya untuk album yang ia kerjakan di sela kesibukannya sebagai session player serta berbagai proyek producing album milik penyanyi atau band lain. “Kali ini gue benar-benar merasa ngeband,” cetusnya puas. Di album ini, Soulmates tak lagi diperkuat vokalis Ary Syaff yang terlibat di album sebelumnya, ‘Flying High’ (2008). Didasari tuntutan lagu yang berbeda, Baron akhirnya memilih vokalis pendatang baru. Demikian pula di lini bas, ada muka baru yang menurut Baron sempat nyaris “direbut” Ahmad Dhani.
Di tengah ingar bingarnya musik bergenre pop melayu yang membanjiri pasar musik Indonesia saat ini, ternyata tidak mengurungkan niat kuartet rocker baru bernama Royal Ego untuk membusungkan dada membawakan konsep musik yang mereka sebut perpaduan alternatif dengan British Pop Rock
Saya sudah berlangganan majalah ini sejak tahun lalu dan sebagai pelanggan saya merasa sangat puas dengan isi dan kualitas majalah ini. Walau sekarang banyak majalah musik yang beredar tetapi saya tetap menjadikan majalah ini sebagai panduan utama saya dalam bermusik. Saya suka dengan rubrik-rubriknya yang informatif, beragam, dan bisa menambah wawasan. Lewat e-mail ini saya ingin memberi beberapa saran untuk kemajuan majalah ini:
Untuk cover, saya rasa terlalu standar. Kalau bisa dibuat lebih berkelas lagi karena salah satu pertimbangan orang untuk membeli majalah salah satunya adalah dari segi cover. Untuk foto di cover akan jauh lebih memuaskan jika hasil jepretan langsung dari redaksi GitarPlus dibanding mengunduh dari internet.
Bisa dibilang, dari sekian banyak model gitar elektrik yang ada di jajaran Yamaha, model Pacifica lumayan banyak diminati oleh para penikmat instrumen gitar. Beberapa tipe telah diturunkan dengan menampilkan kualitasn jempolan, di antaranya seri 112XJ, 1511MS, 112J, serta 112V. Kini, salah satu seri terbarunya, yakni Pasifica 212 telah diluncurkan dengan dua pilihan, yakni Pacifica 212VFM (flamed maple) serta Pacifica 212VQM (quilted maple).