Untuk sementara, kita lupakan lick-lick rock, karena kali ini gue mau sharing porsi solo yang gue mainkan di ‘Sermon of Deception’, salah satu lagu di album pertama Deadsquad yang berjudul ‘Horror Vision’.Jadi jelas, ini bukan rock, tapi metal!
Latihlah teknik bermain gitar dengan tempo yang pelan terlebih dahulu, setelah itu baru tingkatkan temponya secara bertahap. Dengan latihan yang bertempo lambat dan akurat, maka kecepatannya dengan sendirinya akan berkembang.
Untuk urusan membuat lagu slow rock/ ballad dengan selipan permainan lead gitar yang menyayat di bagian interlude, Seurieus adalah jagonya. Dan itu sudah terbukti di beberapa lagu mereka seperti ‘Ijinkan’, ‘Rocker Juga Manusia’, ‘Gelap Mata’ dan ‘Di Matamu’. Dua lagu yang disebut terakhir termuat di album terbaru mereka, ‘Serdadu Rock’ (Musica Studio’s). Kali ini, yang akan kita bahas adalah part solo di ‘Di Matamu’ yang dimainkan oleh Koko, yang dimulai di menit 02:26.
Banyak gitaris yang akhirnya menyadari bahwa sound gitar terbaik sebenarnya terletak di tangannya sendiri. Sama halnya
dengan Ryan Phillips, gitaris Story of the Year, yang sempat menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk gonta-ganti ampli,
efek, dan bahkan menerapkan sistim rack gear.
Kali ini, kita memasuki era God Bless di tahun 1997, saat band rock senior ini merilis album ‘Apa Kabar?’ yang baru saja dirilis ulang oleh Logiss Records. Di album tersebut, untuk pertama kalinya Eet Sjahranie dipertemukan dengan gitaris God Bless yang paling disegani, Ian Antono.
Hai pembaca GitarPlus, ketemu lagi. Masih buat kamu yang ingin terlihat bermain seperti seorang shredder, atau memang berniat mengasah permainan ke arah itu, gue kali ini membeberkan dua buah lick, yang mungkin bisa menambah koleksi kamu. Seperti pula contoh di edisi sebelumnya, kedua lick ini juga bisa dimainkan secara terpisah atau dijadikan satu kesatuan. Dan saat dimainkan dalam tempo yang cepat, maka permainan kamu akan terdengar lumayan gila!
Bermain gitar solo dengan tempo yang cepat memang akan terlihat keren. Sangat efektif dipakai sebagai bahan gertakan, juga buat bahan pamer di depan cewek-cewek cantik. Biasanya, yang paling umum, lick yang dipakai adalah tiga not per senar yang dibesut mulai dari senar satu ke senar enam.
‘Blooddrunk’ (Spinefarm/Universal) adalah judul lagu sekaligus judul album terbaru milik Children of Bodom. Alexi Laiho, vokalis dan gitaris utamanya, mengungkapkan bahwa album studio keenamnya ini banyak menyuguhkan hal-hal baru buat mereka.
Hai, ketemu lagi. Melanjutkan bahasan di edisi lalu, gue masih akan membeberkan bagaimana gue memainkan lagu-lagu di album ‘9Th’ (Kancut Records). Kali ini yang gue pilih lagu ‘Plan C’. Tapi gue sendiri nggak terlalu mengerti apa maksud judul lagu itu, harus tanya sendiri ke Om Bagus (vokalis/basis Netral), hehehe.
Sebelum melanjutkan ke album Edane lainnya, kini kita sejenak menengok ke belakang, ke album milik grup rock senior God Bless yang berjudul ‘Raksasa’ (1989- Logiss Records).
Hai mas Balawan, saya mau tanya nih, tolong dijawab ya!
1. Kenapa gitarku setemannya nggak pernah bisa setem (cocok dengan nada), padahal sudah disetem pake tuner, tapi tetep aja nggak bisa setem?
Di jagat gitar era modern ini, semakin banyak shredder ‘gawat’ yang nyaris tak terdeteksi radar media. Salah satunya Tom Kopyto. Gitaris asal Chicago, Amerika Serikat ini telah membuktikannya lewat album solo berformat instrumental terbarunya bertajuk “Resurrection” (Shredguy Records) dimana ia melebur permainan gitar teknikal tingkat tinggi dengan skill penulisan lagu yang mencengangkan.
Menginjak usianya yang ke-15 tahun pada Juli 2012 kemarin, band rap rock Kripikpeudeus siap merilis album baru mereka, "#Kripcoustic", via Space Record awal Mei 2013 mendatang. Rencananya, dalam album mini tersebut bakal bersemayam enam lagu lama comotan dari dua album mereka sebelumnya yang dipermak dalam format akustik.